VII.12 PANDAI MEMANFAATKAN  SUMBER DANA

VII.12 PANDAI MEMANFAATKAN SUMBER DANA

Home > Membuka Toko > Bab 7 > Pandai Memanfaatkan Sumber Dana

 

 

SUMBERDANA

Anda yang memiliki usaha dengan membuka toko harus pandai dalam memanfaatkan sumber dana. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa sumber dana bisa Anda peroleh , dari perusahaan sebagai pemasok, dari toko-toko agen maupun grosir, dari tabungan pribadi Anda atau dari arisan yang diadakan oleh kelompok Anda seperti arisan piow. Untuk mengelola sumber dana tersebut dibutuhkan ketelitian yang amat sangat. Jika tidak, Anda akan terjerat dalam hutang yang tidak berkesudahan atau sumber dana yang Anda peroleh menjadi bumerang. Bila Anda memperoleh sumber dana yang berasal dari bank maka Anda harus memperhatikan betul sumberdana itu, dengan cara mengatur aliran dana masuk dan keluar. Anda harus memperhatikan kewajiban bulanan seperti membayar cicilan dan bunga dari pinjaman itu. Kelalaian yang Anda buat dengan kewajiban yang harus Anda laksanakan, justru akan memperparah keuangan toko Anda. Karena pinjaman di bank bila terlambat akan dikenakan denda yang lumayan banyak, apalagi bila Anda menunggak. Sebaiknya Anda hitung betul andai kata Anda meminjam dari suatu bank. Sumber dana lain berasal dari suatu perusahaan.

Sumber dana yang berasal dari perusahaan akan Anda peroleh setelah toko beroperasi. Bila toko Anda telah cukup lama beroperasi, sumber dana dari perusahaan sangat mudah didapat walau nilainya tidak besar tetapi lumayan untuk memperbesar toko Anda. Risiko yang Anda hadapi bila Andalalâi: dengan kewajiban yang harus dibayar adalah. tidak dikirimkannya barang pesanan Anda, – serta tidak dikujunginya toko Anda atau supplier memutuskan sama sekali hubungan dengan Anda sebagai pemilik toko. Memang ada beberapa perusahaan yang akan memberi keringanan pembayaran, misalnya dengan Cara. mencicil tagihan. Tapi, ada beberapa perusahaan yang mengharuskan membayar tagihan tepat pada saat jatuh tempo. Membayar tepat jatuh waktu itu biasanya diberlakukan untuk barang-barang yang mudah laku. Anda sebagai pengelola toko harus pandai-pandai memanfaatkan saat-saat seperti ini.

Pak Acong biasanya membeli barang dalam jumlah banyak untuk barang yang diperolehnya dengan cara kredit, dan membeli sedikit untuk barang yang laku tersebut serta sisanya dipakai mencari barang murah dari toko agen atau toko grosir. Bila mendapatkan barang murah, dia akan membelinya dalam jumlah banyak dan membayarnya dengan tunai. Barang-barang yang kurang laku yang diperoleh secarakredit dari perusahaan andai kata benar-benar tidak laku akan dibarter atau dijual dengan harga pokok untuk mendapatkan uang tunai. Dan uang tunai tersebut digunakan untuk membeli barang-barang cepat laku atau barang-barang murah yang biasanya disebut dengan barang gangdo.

Pada saat toko masih kecil, pihak bank mungkin sulit untuk memberikan kredit. Sumber dana bisa digali dari tabungan pribadi. Dengan menggunakan cara seperti yang dilakukan Pak Acong, yaitu memintakredit dari perusahaan dan menjualnya dengan harga pokok atau barter. Setelah mendapat uang tunai ditambah dengan uang tabungan Anda, kemudian carilah barang-barang murah sebanyak mungkin dan menjualnya dengan harga normal. Uang tabungan dan keuntungan yang diperoleh ditambahkan lagi untuk mencari barang murah, begitu seterusnya sehingga Anda bisa memperbesar modal yang Anda miliki.Dengan demikian uang tabungan Anda bisa membantu memperbesar modal.

Beberapa tahun yang lalu masih segar di ingatan kita, bahwa kurs mata uang rupiah terhadap dolar Amerika menembus kisaran antara Rp 10.000,00 sampai dengan Rp 20.000,00. Pergeseran mata uang tersebut juga mempengaruhi bunga bank di negeri kita hingga melampaui batas kewajaran. Keadaan ini membuat pengusaha-pengusaha “kelimpungan” karena tidak tahan lagi dengan bunga bank yang begitu tinggi. Pak Acong menyiasati keadaan ini dengan cara mengadakan arisan piow. Arisan ini dilakukan dengan cara lelang siapa yang membutuhkan uang pada saat diundi dan memberikan diskon yang terbanyak akan mendapatkan uang arisan itu terlebih dahulu. Biasanya diskon yang diberikan tidak akan melebihi bunga bank yang berlaku pada saat itu. Sehingga memberikan manfaat bagi pemilik toko untuk mengikutinya karenarisiko yang ditanggung pun tidaklah sebesar bila harus menggali sumber dana dari bank

VII.11 MENCARI BARANG MURAH

VII.11 MENCARI BARANG MURAH

Home > Membuka Toko > Bab 7 > Mencari Barang Murah

 

barang murah

Berkembangnya toko yang Anda kelola tergantung pula pada kepandaian Anda dalam mencari barang murah. Bila mendapat barang murah, Anda juga bisa menjualnya dengan murah sehingga Anda mendapatkan keunggulan dalam bersaing. Sedangkan untuk mendapatkan barang murah Anda membutuhkan kegigihan, kesabaran, dan tentu saja uang tunai yang memadai. Kegigihan untuk mendapatkan barang murah sangat penting karena Anda akan membutuhkan waktu dan keinginan terus menerus untuk mencarinya. Kalau Anda tidak memiliki waktu dan keinginan untuk mencarinya, maka barang yang Anda inginkan tidak akan pernah Anda dapatkan. Pak Acong menutup tokonya di siang hari. Di saat tutup tersebut dia menyempatkan dirinya datang ke tempat-tempat di mana barang-barang murah itu bisa diperoleh. Sehari, dua hari, dan seterusnya dia tak bosan-bosan bertanya dan mencarinya. Barang-barang murah yang dicarinya tidak dibatasi pada barang-barang yang cepat laku dijual atau hanya sebagai pelengkap yang menurutnya dapat dijual kembali.

Kesabaran Anda juga diperlukan bila ingin mendapatkan barang-barang murah tersebut. Misalnya, hari ini Anda mendapatkannya, tapi besok belum tentu Anda memperolehnya, atau beberapa minggu Anda tidak memperolehnya. Anda harus sabar dan terus-menerus harus bertanya pada orang-orang yang berasal dari perusahaan, seperti salesman atau pemilik toko grosir atau agen yang menjadi tumpuan harapan Anda. Untuk memperolehnya, Anda bisa mendatangi tempat-tempat yang Anda anggap disitulah biasanya Anda mendapatkan barang murah, seperti di MAKRO, INDOGROSIR, atau tempat-tempat lain. Jika di Surabaya, seperti di wilayah Kembang Jepun dan sekitarnya, sebagaimana telah saya sebutkan dalam bab sebelumnya.

Uang tunai yang memadai juga dapat membantu memudahkan Anda untuk mendapatkan barang murah tersebut. Biasanya barang murahakan cepat habis, jika Anda tidak segera membelinya. Di sinilah Anda baru merasakan peran uang tunai dalam memperoleh barang-barang itu. Jika kebetulan barang murah itu adalah produk fast moving. Anda harus segera membelinya. Jika tidak, Anda akan kehilangan kesempatan untuk memilikinya. Janganlah takut bila Anda telah membeli barang murah dalam jumlah banyak. Barang murah tersebut akan menjadi stok berharga sehingga Anda akan memperoleh manfaat berupa keuntungan yang lumayan jika Anda menjualnya. Bila ada potongan harga khusus pada suatu barang dengan pembelian dalam skala besar, Pak Acong segera memberitahukan rekan-rekannya untuk segera menyetujui pengambilan barang yang dimaksud. Demikianlah cara memperoleh barang murah yang dilakukan secara kelompok. Cara ini efektif efektif sekali di samping usaha yang Anda lakukan sendiri. Mendapatkan barang murah juga dapat dilakukan secara barter. Pak Acong memiliki cara seperti ini, dia akan membeli barang-barang cepat laku sebanyak-banyaknya dan kemudian menukarnya dengan barang yang kurang laku tapi mendapat harga yang murah. Lalu menukarnya lagi barang-barang yang murah dan kurang laku itu dengan barang yang laku di tempat lain di mana pemilik toko bisa menjual barang yangkuranglaku tersebut. Dari rentetan barter tersebut biasanya Pak Acong telah mendapatkan keuntungan sebelum menjualnya langsung kepada konsumen.

VII.9 TIDAK CEPAT PUAS

VII.9 TIDAK CEPAT PUAS

Home > Membuka Toko > Bab 7 > Tidak Cepat Puas

 

 

TIDAKCEPATPUASCepat puas adalah penyakit di bidang usaha apapun. Beberapa kali saya bekerja di suatu perusahaan di bidang pemasaran, agar perusahaan berkembang dengan pesat, tiap tahunnya selalu disusun target penjualan yang trend-nya selalu naik. Target yang diberikan tahun ini tentu lebih besar dari tahun lalu. Begitu pula dengan target tahun yang akan datang pasti lebih besar dari target tahun ini. Perusahaan tidak pernah membiarkan target tahunan itu selalu sama dan perolehan penjualan produk tidak dibiarkan mengalami stagnasi. Banyak sekali upaya yang dilakukan oleh perusahaan agar karyawan-karyawan bagian pemasaran bisa mencapai target yang terus-menerus meningkat. Untuk meningkatkan penjualan selain perusahaan melakukan promosi di media elektronik, media massa dan promosi dengan cara lain. karyawan bagian pemasaran akan dirangsang dengan insentif atau bonus yang menarik. Semua itu dilakukan untuk meningkatkan omzet penjualan tiap tahunnya. Perusahaan tidak selalu merasa puas dengan perolehan dari tahun ke tahunnya dan salah satunya adalah selalu menaikkan target penjualan tiap tahun. Begitu pula bila mengelola toko sebaiknya menyusun program untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Program itu bisa Anda buat sederhana saja dan tidak terlalu tinggi-tinggi, misalnya tahun ini harus bisa membeli barang yang lebih banyak. Itu artinya toko harus banyak pembeli. Bagaimana supaya banyak pembeli yang datang ketoko Anda, tentu saja barang di toko Anda harus lengkap. Program Anda tahun ini berarti “memperlengkapi barang dagangan” supaya dapat menjual barang lebih banyak.

Tahun berikutnya program harus diubah, misalnya bila tahun lalu membeli barang ke toko agen dengan mengendarai sepeda kayuh, maka tahun depan harus memiliki sepeda motor supaya bisa membeli barang ke agen dengan cepat. Begitu seterusnya, yang artinya pengelolatokoharusselalu meningkatkan apa yang hendak dicapai dari hal-hal sederhana sampai ke impian-impiannya. Memiliki “impian”perlu sekali jika Anda terjun ke dunia usaha. Dan bila Anda tidak meruiliki impian, bisa dipastikan apa yang Anda programkan itu tidak akan pernah terwujud. Jika program Anda ingin membeli rumah segeralah Anda mencapainya, dan cara mencapain yaitu tentu saja bisa bertahap sesuai dengan keuntungan yang Anda peroleh dari usaha itu. Kalau tahun depan Anda yakin hanya akan dapat membeli sepeda motor, maka jangan dipaksakan untuk membeli rumah. Tapi tetaplah Anda membeli sepeda motor terlebih dahulu dan baru membeli rumah jika yakin bisa membeli rumah di tahun mendatang. Semua itu tergantung pada Anda sebagai pengelola toko, karena untuk mendapatkan barang-barang tersebut diperlukan suatu strategi dalam mengelola aliran dana masuk dan aliran dana keluar. Jika Anda memaksakan untuk membelinya meskipun keuntungan yang Anda Peroleh pertahun tidak memenuhi. maka cash flow yang ada di toko Anda akan terganggu. Bisa jadi usaha Anda mengalami “kekacauan” dan menuju kebangkrutan.

“Tidak cepat puas” di sini berarti Anda mengelola toko dengan penuh kreativitas, tidak berhenti dari usaha-usaha. misalnya mencari barang murah, menggali sumber dana yang ada, dan berhubungan langsung dengan supplier sebanyak-banyaknya Menggah sumber dana dari bank bukan berarti akan menjebloskan Anda pada beban untuk selalu membayar kewajiban, tapi uang yang Anda peroleh dari bank itu untuk menambah barang dagangan ditoko Anda, atau investasi ke sarana yang bisa menunjang toko Anda agar banyak dikunjungi oleh pembeli. Misalnya, dana yang Anda peroleh dari bank untuk membuka wartel atau warnet didepan toko Anda, itu juga menunjang sarana sebagai usaha untuk memperbanyak langganan. Toko yang ada wartel atau warnetnya akan mendapat perhatian konsumen karena sambil menggunakan sarana itu, bisa mampir untuk membeli barang di toko Anda atau sebaliknya sehabis belanja mampir ke tempat telepon.

Menurut Pak Acong “tidak puas” dengan yang ada, berarti Anda sebagai pengelola toko harus terus menerus meningkatkan omzet penjualan untuk membeli barang-barang. seperti sepeda motor, mobil, rumah, dan benda-benda lain sebagai penunjang kemajuan toko atau yang bisa dijual kemudian dengan nilai jual yang tinggi. Benda-benda yang dimaksud seperti tanah dan rumah bisa menjadi investasi yang menguntungkan. Barang-barang berharga itu setelah terkumpul kelak bisa dijual untuk mencapai usaha yang lebih besar, misalnya mendirikan pabrik atau persiapan pensiun jika tak ada yang melanjutkan usaha. Jadi, mengelola toko yang semula hanya sebagai penghasilan tambahan, dapat dikelola dengan serius, tentunya untuk mencapai peningkatan yang lebih besar. Anda tentunya tidak akan cukup puas dengan yang telah Anda usahakan saat ini.

Barangkali banyak orang yang akan mengatakan bahwa tindakan Anda adalah sebuah tindakan yang materialistis. Memiliki impian untuk mempunyai pabrik kelak bukanlah tindakan materialistis, jika tujuan usaha Anda kelak adalah menolong memberikan pekerjaan untuk orang banyak. Dan hubungannya “untuk tidak cepat puas” adalah erat sekali dengan segala upaya Anda untuk meraih impian-impian itu.

VII.10 MEMILIKI KELOMPOK

VII.10 MEMILIKI KELOMPOK

Home > Membuka Toko > Bab 7 > Memiliki Kelompok

 

cartoon-kids-in-a-row

Menurut Pak Acong, dalam berusaha tidak pernah merasa bersaing dengan pemilik toko lain. Sebaliknya, saling bahu-membahu untuk memperbesar masing-masing usahanya. Pemilik toko yang besar akan membantu pemilik toko yang kecil. Sedangkan sesama pemilik toko besar akan saling bekerja sama untuk mendapatkan barang murah. Mereka bersaing untuk tidak saling menghancurkan tetapi bersaing untuk “mempertahankan” langganan masing-masing. Dalam prinsip berdagang, pembeli adalah raja. Oleh sebab itu, bagaimana memberikan yang terbaik untuk pelanggan masing-masing agar mereka menjadi konsumen yang setia. Mempertahankan langganan, berarti Anda sebagai pemilik toko telah melakukan langkah-langkah survive dari guncangan-guncangan persaingan antar pemilik toko. Memiliki kelompok bermanfaat sekali bagi Anda untuk : memperoleh harga terbaru, membeli produk secara bersama-sama dalam skala besar, dan bersama-sama bisa mengadakan arisan piow.

Sejak krisis melanda negeri kita, banyak sekali perubahan yang terjadi di dunia bisnis. Pengelola usaha tidaklagi hanya membeli dan menjualnya tapi sekarang mereka harus mendeteksi segala perubahan yang terjadi setiap saat, salah satunya mengenai perubahan harga barang yang selalu terjadi secara terus menerus. Memperoleh informasi terbaru mengenai harga maupun kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh perusahaan sangat penting. Kegiatan mengelola toko tidak terlepas dari informasi penting mengenai harga itu. Selalu memantau perubahan harga bisa menyelamatkan Anda dari risiko kerugian yang besar jika barang-barang yang dijual telah naik tapi ternyata Anda tidak mengetahuinya. Sebagai contoh, pada hari ini stok sabun merek A Anda berjumlah 10 karton dan pada saat itu Anda tidak mengetahui jika harga telah naik, kemudian datanglah seorang konsumen membeli barang itu semuanya. Tentu saja Anda sebagai pemilik toko akan menderita kerugian, karena untuk mendapatkan barang yang sama dari perusahaan, Anda harus mengeluarkan uang lebih besar daripada uang hasil penjualan tadi. Andaikata Anda memiliki kelompok berdagang maka salah satu dari anggota kelompok yang mengetahui adanya perubahan harga, tentu akan menelepon dan memberitahukan perihal kenaikan itu. Dan sebagai tindakannya, Anda tak akan menjual semua barang yang Anda miliki sebelum Anda mengecek kebenarannya dari perusahaan tempat barang dagangan itu Anda peroleh. Anda akan menjualnya sebagian, mungkin hanya 5 karton dan sisanya sebagai stok. Jika Anda akan mendapat ekstra harga lama tentu saja Anda tidak akan menderita kerugian, sebaliknyajika tidak, Anda jelas akan merugi jika menjual semuanya.

Saya berkali-kali menyaksikan pemilik toko merasa kecewa dengan lambatnya informasi mengenai kenaikan barang yang diperolehnya. Sementara itu, barang yang ada di tokonya dijual tanpa tersisa. Sebenarnya, informasi kenaikan harga yang diperoleh dengan cepat dari anggota kelompok bisa digunakan untuk menaikkan cash inflow toko. Informasi yang berasal dari anggota kelompok bisa digunakan sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan. Jika terjadi kenaikan harga, Anda telah siap membeli barang dengan jumlah yang banyak dan menjualnya dengan harga baru di kemudian hari. Memiliki kelompok berdagang sangat baik bagi Anda yang saat ini akan atau telah memiliki toko. Membeli produk dalam skala besar secara bersama-sama dapat meringankan beban keuangan dan tempat penyimpanan barang masing-masing anggota kelompok. Karena membeli dalam jumlah banyak di samping diperlukan uang tunai yang besar juga diperlukan tempat penyimpanan. Biasanya uang tunai yang dimiliki oleh pemilik toko tidak dialokasikan pada satu jenis barang tertentu tetapi pada berbagai macam barang. Membeli barang dalam jumlah besar akan mendapat potongan harga yang lebih banyak dari pada harus membeli dengan jumlah sedikit untuk perseorangan. Terkadang ada suatu perusahaan yang hanya mau berhubungan dengan salah satu toko sedangkan toko-toko yang lain menjadi tanggung jawab pemilik toko yang telah ditunjuk oleh perusahaan. Perusahaan yang memperlakukan salah satu toko secara istimewa begini akan merugikan toko-toko lain, jika Anda tidak mau bersinergi untuk membentuk kelompok.

Memiliki kelompok berdagang untuk menggali sumber dana sangat diperlukan. Dalam bab III telah saya uraikan mengenai sumber dana yang berasal dari arisan piow. Bukalah kembali penjelasan saya tentang hal ini agar Anda bisa lebih memahaminya. Pada hakikatnya, memiliki kelompok selain bisa bersinergi juga memperoleh manfaat yang berguna. Manfaatnya Anda bisa mengetahui tentang informasi harga, barter barang yang tidak laku dengan yang laku, atau pinjam-meminjam barang jika stok yang dimiliki habis ketika ada konsumen yang mencarinya, dan memperoleh barang murah dengan membeli secara berkelompok, serta banyak lagi yang bisa dipetik manfaatnya jika Anda memiliki kelompok dalam usaha.

VII.7 lRIT KEBANYAKAN ORANG SULIT UNTUK MENJADI IRIT

VII.7 lRIT KEBANYAKAN ORANG SULIT UNTUK MENJADI IRIT

Home > Membuka Toko > Bab 7 > Irit

 

 

IRIT

lRIT KEBANYAKAN ORANG SULIT UNTUK MENJADI IRIT

Banyak sekali tafsiran negatif pada orang yang selalu melakukan sesuatu dengan irit. Irit selalu dikonotasikan dengan pelit, tapi kalau disimak sebenarnya antara irit dengan pelit tidaklah sama. Seorang yang irit belum tentu pelit sedangkan orang pelit pun belum tentu irit. Irit sebenarnya melakukan sesuatu itu dengan efisien tanpa ada pemborosan sama sekali. Misalnya, bila Anda mencuci pakaian dengan sabun satu takarsendokteh saja sudah bersih, mengapa harus memakai tiga sendok teh untuk mencuci baju yang sama. Melakukan sesuatu yang berlebihan dengan menghabiskan biaya yang besar bisa dikatakan tidak irit, sedangkan melakukan sesuatu dengan berlebihan dan biaya kecil dikatakan irit. Sedangkan orang yang pelit bisa jadi meskipun baju yang dicuci itu sebenarnya perlu sabun, tapi hanya dikucek saja dan dibilas. Orang pelit tidak akan mengeluarkan biaya meskipun sebenarnya ia butuh biaya itu. Artinya, Anda harus mengeluarkan biaya “sedikit” mungkin untuk pekerjaan yang sama agar mendapatkan manfaat yang maksimal. Bukan dengan biaya maksimaluntuk mendapatkan hasil yang sama.

Permulaan seseorang membuka toko harus memahami dan melakukan tindakan “irit” agar usaha yang baru dijalani bisa bertahan dan berkembang. Bila toko hanya menghasilkan seribu rupiah, misalnya, Anda jangan mengeluarkan sebanyak seribu rupiah atau lebih, tapi Anda harus mengeluarkan seratus rupiah saja sebagai biaya.Tindakan inilah yang dimaksudkan agar usaha yang Anda jalankan dapat memperoleh tambahan terus menerus dari keuntungan.

Khusus bagi yang baru membuka toko, modalnya memang kecil, begitu pula dengan omzet penjualannya, sehingga yang diperoleh pun masih kecil pula. Tuntutan untuk selalu irit memang harus dijalani. Uang yang ada di toko Anda tidak dapat digunakan untuk membeli barang-barang inventaris, seperti sepeda motor, mobil, ataupun rumah yang Anda inginkan. Seperti yang dilakukan oleh Pak Acong, dalam membiayai hidupnya di awal membuka usaha yang masih kecil, dalam kehidupan sehari-hari selalu dilalui dengan sederhana saja. Dalam beberapa tahun dia tak pernah pergi kemana-mana, makan pun secara sederhana bahkan hanya bubur dengan lauk sederhana pula. Pakaian yang dipakai pun kebanyakan hasil pemberian dari pemasok-pemasok dan rumahnya pun masih mengontrak. Sementara uang hasil berjualan dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk memperbanyak barang dagangan dan itu berjalan sampai bertahun-tahun. Bisa dibayangkan bagaimana “sayangnya” dia terhadap uang hasil usahanya di awal-awal membuka toko.

Pada awal usahanya dia tidak membeli

sepeda motor meskipun telah memiliki uang. Jika akan membeli barang kebutuhan ke toko agen, dia lebih suka mengendarai sepeda kumbang dan menggunakan becak sebagai sarana mengangkut barang-barang yaոg dibelinya. Untuk tahun-tahun pertama usahanya, dia tak menggunakan pegawai seorang pun, semua ditangani sendiri bersama istrinya. Memang, di awal-awal berusaha dilaluinya dengan “penderitaan” untuk mendapatlkan hasil maksimal dimasa mendatang.

Itulah kepandaiannya dalam mengatur keuangan. Toko yang masih kecil dengan sendirinya omzet kecil dan keuntungannya pun masih kecil sehingga yang dikeluarkan untuk ongkos-ongkos juga harus kecil. Pak Acong betul-betul memperhatikan hal ini. Dan ketika toko sudah lumayan besar, diapun mulai berani membeli sepeda motor. Itu pun tidak dibeli dengan uang tunai tapi secara kredit. Dia memiliki pertimbangan jika dalam sehari penjualannya 1 juta dan keuntungannya rata-rata 10 persen maka akan diperoleh keuntungan 100 ribu. Setelah dikalikan 30 hari kerja maka keuntungan akhir yang diperoleh bruto adalah 3 juta. Dia hanya menggunakan Rp 250.000,00 untuk mengangsur kredit sepeda motor, sisanya untuk membeli barang-barang yang laku keras di pasaran.

Mengapa uang tunai yang dimiliki “tidak” untuk membeli sepeda motor saja daripada harus mengangsur ? Menurutnya, lebih baik uang tunai yang dimiliki digunakan untuk membeli barang-barang yang diperlukan untuk toko. Barang-barang untuk keperluan toko yang dibeli dengan tunai biasanya mendapat potongan yang lumayan besar. Dengan semakin banyaknya barang yang dijual secara lengkap. peluang untuk mendapatkan konsumen akan lebih banyak dan menambah aliran dana yang masuk. Sebenarnya “irit” di sini dimaksukan agar Anda pandai-pandai menggunakan uang yang Anda dapat itu untuk kemajuan toko selanjutnya.

VII.8 MAKAN SEDERHANA (BUBUR DAN SAYUR LOBAK)

VII.8 MAKAN SEDERHANA (BUBUR DAN SAYUR LOBAK)

Home > Membuka Toko > Bab 7 > Makan Sederhana

 

LEST

Makan sederhana (bubur dan Sayur Lobak)

Saya teringat waktu kecil di kampung. Di sebelah rumah saya ada seorang encik yang membuka toko untuk kebutuhan sehari-hari. Orangnya sederhana sekali. Celana yang dipakai selalu bermotif liris-liris biru. terkadang juga memakai kain yang berwarna putih yang saya ketahui merupakan kain tepung terigu. Dan baju yang dipakainya adalah kaos oblong yang sering merupakan pemberian dari suatu pemasok Yang bergambar sabun, gambar obat nyamuk cap katak, atau gambar produk lainnya. Ibu saya jika telah siang setelah memasak dan mencuci pakaian, selalu datang ke toko itu untuk berbelanja sesuatu. Saya diajaknya Pergi ke toko itu, yang pada saat itu encik pemilik toko sedang makan siang. Saya menanyakan pada ibu,encik itu sedang makan apa kok makannya cepat sekali. Ternyata dia makan “bubur dan sayur lobak”. Akhirnya saya mengerti mengapa encik itu makan bubur dan sayur lobak. Rupanya memang ada pelajaran yang bisa kita petik dari cerita ini. Kebanyakan etnis Tionghoa, seperti yang diceritakan oleh Pak Acong bahwa jika memiliki usaha tidak “enak-enakan” dahulu sebelum betul-betul usahanya telah mengalami kemajuan beribu-ribu kali lipat dari modal awal usahanya. cerita makan”bubur dan sayur lobak”bisa memberi inspirasi kepada siapa saja pada awal memulai usahanya. Usaha yang menjadi besar semuanya diawali dengan keadaan seperti yang dilakukan oleh Pak Acong yaitu dengan irit. Pada cerita”makan bubur dan sayur lobak” barangkali telah banyak mengilhami bagaimana warga keturunan itu bisa sukses dibidang usaha apa saja. Bila Anda menghubungkan dengan cash inflow dan cash out flow cerita ini sebenarnya mengajari Anda untuk selalu menekan cash expenses pada usaha Anda Cash expenses yang kecil akan membantu untuk memperbesar laba usaha di akhir tahun pembukuan usaha Anda. Dan perlu diakui bahwa cerita ini memang benar adanya.