IV. 7 Memanfaatkan Giro dan cek

IV. 7 Memanfaatkan Giro dan cek

Home > Membuka Toko > Bab 4 > Memanfaatkan Giro dan cek

 

ppt-bank-umum-kel2-xis1-17-638

Memanfaatkan girobilyetuntuk menahan laju cash out flow banyak dilakukan oleh pemilik toko. Mestinya harus membayar dengan uang tunai pada hari ini, bisa ditunda untuk minggu depan. Dengan demikian, giro bilyet bisa untuk menggantikan uang tunai jika dibutuhkan dalam keadaan mendadak. Mengingat bahwa uang yang didapat dari hasil

berjualan akan selalu naik turun dan tiap hari tidak sama, sedangkan supplier terkadang datang tidak terjadwal bila menagih hutang. Giro bilyet bisa menjadi alternatif untuk mengaturaliran dana keluar. Sayangnya. Anda harus memiliki dana yang cukup memadai di bank jika akan menggunakan giro bilyet. Kelemahannya, jika saldo Anda tidak cukup dan memaksa menggunakan girobilyet, maka giro bilyet yang Anda terbitkan akan kosong. Akibatnya adalah: pertama, Anda akan terkena denda dan bila dana Anda sering tidak cukup. maka bank akan mem-black list rekening giro Anda. Kedua, di mata perusahaan, pemilik-pemilik toko yang sering memberikan giro kosong akan menjadi perhatian dan pertimbangan yang berkaitan dengan pemberian kredit. Salesman akan selalu berhati-hati terhadap toko-toko yang pemiliknya sering menerbitkan giro kosong. Jika mungkin perusahaan tidak akan mengirim barang setiap kali ada permintaan.

Mengapa harus memakai giro bilyet atau cek? Sebelumnya telah disebutkan bahwa pemilik toko lebih senang memakai tabungan untuk mentransfer pembayaran kepada pemasok, sedangkan memakai girobilyetatau cek akan memakan biaya. Masalah ini bisa diseimbangkan. Selama ini saya mengetahui bahwabiayagirobilyetbisa dilimpahkan pada perusahaan, khususnya untuk biaya materai. Walau ada beberapa perusahaan tidak menerima klaim materai, tapi Anda dianjurkan tetap menggunakan alat pembayaran itu untuk keperluan yang sifatnya tiba-tiba.

IV. 5 Menghitung Keuntungan dengan Mudah

IV. 5 Menghitung Keuntungan dengan Mudah

 

Home > Membuka Toko > Bab 4 > Menghitung Keuntungan dengan Mudah

 

Menghitung-deposito_compressed

Dalam menjalankan usaha toko. Anda harus memperhatikan cash inflow dan cash outflow karena masalah ini sangat penting bagi masa depan perkembangan toko itu sendiri. Jika menginginkan laba yang besar, artinya Anda harus memperbesar aliran dana masuk.

Aliran dana masuk yang besar memungkinkan toko akan memiliki saldo yang cukup. Dengan saldo yang cukup ini bila sewaktu-waktu Anda memperoleh barang murah dalam jumlah besar, Anda telah siap.

Anda menyadari bahwa usaha toko adalah usaha yang pasif. Aliran dana masuk yang diperoleh, banyak yang berasal dari konsumen yang datangketoko Anda, tanpa melalui proses menawarkan barang-barang yang ada di toko. Mereka datang sendiri dan berminat pada barang-barang yang Anda miliki. Dan untuk mengumpulkan dana sebesar-besarnya, toko harus menyediakan barang yang lengkap dan dituntut pemilik toko secara agresif mau menawarkan barang-barang komplementer.

Anda sebagai pemilik toko dianjurkan untuk menyeimbangkan antara aliran dana yang masuk dan yang keluar. Artinya. Anda harus menyeimbangkan keuntungan yang diperoleh dengan biaya-biaya tetap hingga pada titik impas. Tetapi pada setiap usaha, tidak ada yang menghendaki keadaan impas selalu terjadi. Tapi harapannya adalah akan mendapat untung, yaitu posisi keuntungan akan lebih besar dibanding biaya-biaya yang dikeluarkan. Keuntungan yang melampaui kebutuhan alirandanamasuk dan keluarakan menjadi uang berhenti. Uang berhenti ini dianjurkan untuk ditransfer kebank jika bunga bank pada saat itu sedang tinggi. Tapi bila bunga bank tidak menarik sebaiknya digunakan untuk membeli barang yang cepat laku sebagai stok.

Mengatur aliran dana masuk dan keluar membutuhkan strategi dan ketelitian Anda sebagai pemilik toko agar memperoleh keuntungan. Anda sebaiknya tidak boleh merasa bahwa usaha yang telah Anda jalankan telah mengalami perkembangan yang cepat bila cash flow Anda baik. Ada seorang customer yang dengan teliti menjaga agar aliran dana masuk dan aliran dana keluar selalu seimbang dan memperoleh keuntungan. Mas Jonet menggunakan perhitungan yang amat sederhana. Cara menghitung penghasilan atau perkembangan tokonya demikian: Tiap kali Mas Jonet membeli pada agen, pada salesman. atau pemasok lain. Mas Jonet selalu menjumlah selisih harga beli dan harga jual selama seminggu, kemudian sebulan, dan setahun. Keuntungan yang diperoleh satu bulan akan dikurangi dengan biaya-biaya yang ada satu bulan. Dengan cara ini. Mas Jonet mengetahui keuntungan yang diperolehnya dalam sebulan hingga setahun. setelah mengetahui keuntungan yang diperoleh dalam setahun, barulah Mas Jonet membeli barangbarang inventaris yang diinginkan, seperti sepeda motor, kalkulator. timbangan, atau sebuah toko untuk mengantisipasi masa kontrak tokonya yang habis. Dan Mas Jonet tidak akan membeli barang inventaris yang bernilai besar secara tunai, melainkan secara kredit. Membeli barang inventaris secara kredit atau dengan cara mengangsur tidak akan mengganggu cash flow toko jika biaya untuk mengangsur tidak melebihi perkiraan laba yang diperoleh tiap bulan.

IV.4 Cash Expenses

Home > Membuka Toko > Bab 4 > Cash Expenses

expenses

Seperti yang telah diutarakan, cash expenses merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh toko yang berhubungan dengan biaya operasional toko. Dana yang dikeluarkan pada cash expenses tidak akan kembali, melainkan lenyap begitu saja. Biaya

biaya tetap yang Anda keluarkan tiap bulan merupakan cash expenses. Biaya-biaya tetap itu bisa berupa gaji karyawan toko Anda dan rekening-rekening seperti listrik, PDAM, dan telepon yang setiap bulannya atau per tahunnya harus Anda bayar. Berbeda dengan cash outflow yang digunakan untuk membeli barang-barang, uang pasti akan kembali jika barang yang terbeli tadi laku. Cash expenses yang besar akan mengurangi laba yang Anda terima. Sebaiknya, Anda menekannya sedemikian rupa supaya cash expenses di akan melebihi laba hasil penjualan.

Saya memiliki seorang customer yang sangat memperhatikan cash expenses. Setiap mengeluarkan uang selalu diperhatikan, apakah uang tersebutakan segera kembali jika dipakainya, ataukah tidak. Untuk menghemat cash expenses dia memiliki cara. Rumah yang dimilikinya, menurut saya, sangat sederhana. cat rumah itu tidak pernah digantinya hingga beberapa tahun. Begitu pula dengan rencana renovasi bahkan mungkin tak pernah terealisasi. Perabot rumah yang dimiliki juga sangat sederhana dan tidak ada rencana ара pun untuk mengganti. Telepon di rumahnya baru saja dipasang, padahal saya telah berkenalan dengannya hampir sepuluh tahun. Kemudian yang membuat saya mengelus dada. dia tidak mau membeli sepeda motor atau mobil walaupun sebenarnya mampu untuk membelinya. Dan dia mempunyai alasan. bahwa membeli benda-benda itu hanya merupakan cash expenses. Dia menghitung, jika memiliki sepeda motor atau mobil, maka tiap tahun harus membayar pajak, belum lagi dengan biaya perawatan. Menurutnya, semua itu hanyalah sebuah cash expenses. Bagaimana solusinya jika memerlukan benda-benda itu? Untuk pulang pergi ke tokonya, customer saya itu cukup dengan naik kendaraan umum. Menurutnya, naik kendaraan umum akan lebih hemat daripada harus memelihara sepeda motor. Nah, bagaimana jika ingin bepergian ke luar kota bersama keluarga dan membutuhkan mobil? Dia cukup menyewanya.

Memang jika kita mau teliti, cash expenses kadang-kadang berada jauh diluarpikiran kita. Sebagai pengelola toko mungkin tidak menyadari bahwa membeli sesuatu akan menambah cash expenses. Hitunglah kemungkinan pengeluaran yang akan Anda lakukan jika membeli sesuatu.Jika pengeluaran yang akan terjadi lebih sedikit dari biaya-biaya yang Anda keluarkan bila tidak memiliki benda itu, sebaiknya Anda harus memiliki benda-benda itu. Menghitung kemungkinan timbulnya cash expenses pada setiap tindakan, akan bermanfaat pada kelangsungan usaha Anda. Seseorang yang pertama kali membuka toko sebaiknya memperhatikan betul persoalan ini.

Pada etnis Tionghoa biasanya sebelum usahanya mengalami kemajuan yang pesat, mereka harus berhemat dan menekan pengeluaran sedemikian rupa. Banyak sekali yang dilakukan, seperti yang pernah dikisahkan pada saya, bahwa jika membuka toko baru sepanjang tahun tokonya tidak pernah ditutup kecuali pada hari-hari yang mengharuskan setiap toko tutup. Pemilik toko tidak akan bepergian kemanapun karena dapat menghabiskan biaya banyak kecuali bila terdesak. Untuk biaya kehidupan sehari-hari mereka juga memperhitungkan sedemikian rupa. Seperti berpakaian, bertempat tinggal, berperilaku dalam kehidupan sehari-hari akan memilih yang paling sederhana

Posisi cash expenses dalam kegiatan usaha Anda sangatlah penting di samping cash in flow. Cash inflow yang tinggi dari penjualan diikuti cash expenses yang rendah, akan meningkatkan laba Anda. Oleh sebab itu, Anda harus memperhatikan betul masalah ini, jika bisa Anda harus menekannya serendah mungkin. Pangkaslah biaya-biaya yang id.: perlu, seperti biaya membayar kartu kredit yang tidak aktif biaya pulsa handphone Anda yang tidak aktif, serta biaya pajak kendaraan Anda yang jarang digunakan. Artinya, Anda harus melenyapkan semua benda-benda yang tidak begitu perlu bagi Anda. Rasanya memang perlu berkorban pada awal Anda berusaha. Jika tidak, usaha Anda akan biasa-biasa saja atau berhenti total karena bangkrut.

IV.3 Cash out flow

IV.3 Cash out flow

 Home > Membuka Toko > Bab 4 > Cash out flow

cash out flow

Cash out flow merupakan semua dana yang keluar dari kas toko Anda yang dipakai untuk membeli barang-barang yang telah habis, membayar listrik, membayar air, PBB rumah, dan sebagainya. Pada cash out flow, Anda diharap memperhatikan betul karena di dalamnya terkandung cash expenses yang sangat berbahaya bagi kedudukan aliran dana Anda. Jika pada cash inflow terkandung marsin atau keuntungan, maka pada cashout flow akan mengandung kerugian. Sehingga lebih disarankan untuk mengerem laju cash out flow.

Menahan laju cash outflow berarti Anda menekan cash expenses Anda. Bagaimana dengan uang tunai yang dikeluarkan untuk membeli barang-barang yang habis? Untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan membeli barang-barang tidak laku maka pilihlah barang-barang yang laku saja. selebihnya, uang tunai tersebut bisa dimanfaatkan untuk saving atau tabungan yang bisa disimpan di bank untuk mendapatkan bunga. Jika bunga di bank pada saat itu rendah, sebaiknya belilah barangbarang yang Anda yakini akan segera dapat dijual. Timbunlah barang-barangitu bila Anda yakin barang-barang itu dapat dijual dengan segera. Bila pada cash inflow Anda disarankan menjual sebanyak-banyaknya maka pada cash outflow Anda disarankan membelibarang yang “cepatlaku” sebanyak-banyaknya pula.

Bagaimana jika pada saat itu bunga bank sangat tinggi? Anda sebaiknya membeli barang-barang kurang laku sedikit mungkin dan membeli barang-barang cepat laku secukupnya, jika bisa dengan meminta pembayaran mundur beberapa minggu. Kepada konsumen yang biasa melakukan pembayaran secara kredit, sebaiknya kurangilah agar Anda memperoleh cash inflow yang lebih besar. Banyaknya pemasukan uang hasil berjualan bisa dihimpun untuk kemudian dipindahkan ke deposito agar mendapat bunga. Itu pun tidak seluruhnya, tapi Anda harus menyisakan untuk keperluan aliran keluar masuknya uang di toko Anda. Untuk pembelian barang-barang di luar keperluan toko, sebaiknya dihindari jika tidak mendesak. Tapi, bagaimana dengan biaya tetap yang harus

dikeluarkan? Untuk biaya tetap yang dapat dikendalikan sebaiknya dikendalikan, seperti biaya rekening listrik dan air. Matikanlah lampu yang tidak terpakai dan gantilah dengan segera kran bocor Anda. Pakailah telepon Anda jika perlu saja sehingga menghemat pulsa. Biaya tetap yang berfluktuasi bisa dikendalikan kecuali biaya tetap yang tidak naik turun seperti membayar pajak rumah, sewa bulanan stan toko, dan biaya-biaya lain yang selalu tetap.

Masalahnya sekarang, banyak sekali pemilik toko yang tidak memperhatikan cash outflow. Setelah menyadari bahwa di tokotidak banyak lagi uangt unai yang tersimpan, pemilik toko kebingungan mencari hutangan di sana-sini, baik dari toko agen, salesman, atau dari sumber-sumber dana lain, dengan tujuan untuk memperbaiki cash flow toko. Apabila memiliki hutang pada pemasok untuk barang-barang yang laku, maka kebutuhan akan aliran dana akan cepat terpenuhi. Tapi, jika barang-barang yang dibelinya dengan cara hutang itu tidak laku maka masih saja cara itu

mengganggu .

Seorang customer saya mengalami kesulitan keuangan ketika uang toko yang biasa digunakan untuk membeli barang digunakan untuk membeli sebidang tanah. Pada awalnya saya telah memberitahunya, jika tidak memiliki tabungan yang bisa menggantikan uang di toko sangatlah berbahaya bagi kelangsungan hidup toko. Karena customer saya sangat memimpikan tanah itu, maka dipakailah uang toko. Dan tak lama setelah membeli tanah itu, dia tidak dapat membayar hutang-hutangnya pada pemasok. Dari kejadian ini, bisa kita tarik benang merah bahwa uang yang berada ditoko hanyalah bisa digunakan untuk keperluan membeli barangbarang untuk toko. Jika memiliki kewajiban seperti membayar berbagai rekening dan biaya hidup, maka hitunglah agar biaya hidup itu tidak melebihi cash inflow toko Anda.

IV.2 Cash In Flow

IV.2 Cash In Flow

Home > Membuka Toko > Bab 4 > Cash in flow

 

cash in flow

Cash inflow merupakan bagian dari cash flow yang terinci, yaitu semua aliran dana masuk yang berasal dari hasil penjualan, bonus yang diberikan oleh perusahaan, pembayaran pajangan, dan lain-lain uang yang masuk ketoko kita. Uang dari sumber lain bisa jadi uang arisan yang Anda masukkan ketoko sebagai tambahan modal, uang dari bank yang telah Anda peroleh dengan cara kredit, uang hasil penjualan tanah, rumah, dan segala

benda berharga yang Anda masukkan ke toko sebagai modal tambahan. Cash inflow di sini sangat penting terutama yang berasal dari hasil penjualan. Cash in flow yang tinggi yang berasal dari penjualan sangatlah menguntungkan daripada cash in flow yang berasal dari “lain-lain” itu. Pada cash inflow yang berasal dari penjualan akan mengandung margin atau keuntungan. Oleh sebab itu, mengapa saya menganjurkan lebih mengandalkan cash in flow yang berasal dari penjualan, semakin tinggi cash in flow yang bersumber dari penjualan maka semakin baik posisi toko Anda Seperti customer saya di atas, tidak pernah libur untuk membuka tokonya jika bukan hari besar dan hari Idul Fitri. Tujuannya untuk memperbesar cash inflow. Bagaimana caranya? Sekali lagi, hanya dengan mempertinggi

penjualan. Penjualan bisa dipertinggi dengan memperoleh pelanggan sebanyak mungkin. Pemilik toko harus bertindak proaktif  jika ada konsumen yang datang ke toko. Apabila seorang konsumen mencari barang yang bermerek a dan tidak mendapatkannya di toko Anda, tawarilah barang komplementer yang ada dengan memberikan informasi mengenai keunggulan produk itu. Raihlah kesempatan untuk menjual produk lain pada konsumen Anda, karena hanya dengan demikian Anda akan berhasil menjual produk yang akan menambah cash inflow Anda.

Mengupayakan agar cash in flow selalu tetap tinggi dapat memperbanyak keuntungan bagi pemilik toko. Keuntungannya apa? Anda sebagai pemilik tokoakan selalu memiliki dana segar untuk keperluan-keperluan mendapatkan barang murah. Uang tunai yang Anda miliki sangat berguna untuk membayar tagihan-tagihan yang belum terselesaikan. Membayar biaya-biaya operasional toko seperti pegawai, listrik, PBB rumah, dan air.

Ada berbagai cara untuk mempertinggi cash in flow, yakni menjual barang dengan harga murah, memberi pelayanan yang baik. menyediakan barang dagangan dengan lengkap, menambah jam kerja, dan mencari pelanggan baru dengan cara membagi kartu nama, beriklan, dan menjaga citra toko Anda. Jadi, di sini cash inflow sangat penting bagi perkembangan toko. Apabila toko Anda sepi dari pembeli, berarti Anda harus segera mengupayakan agar toko Anda banyak

dikunjungi oleh konsumen.

IV.1 Cash flow

IV.1 Cash flow

Home > Membuka Toko > Bab 4 > Cash flow

cash flow2

Jika Anda mempunyai usaha dengan membuka toko, Anda harus memperhatikan bahwa uang yang Anda miliki akan terus berputar. Setelah hari itu mendapat uang sejumlah sekian dari penjualan, uang yang Anda peroleh akan Anda gunakan kembali untuk membeli sejumlah barang dagangan. Uang yang sebelumnya menumpuk tiba-tiba habis setelah Anda membeli barang-barang di toko agen, salesman, atau tempat-tempat lain. dimana Anda bisa mendapatkan barang jualan itu. Esok harinya, Anda akan membawa lagi uang yang telah Anda kumpulkan dari perusahaan atas pajangan yang telah Anda buat, atau mendapatkan black bonus perusahaan dan memperoleh pembayaran dari konsumen setelah beberapa lama menghutang barang dagangan ke suatu tempat pusat perkulakan. Itulah yang dinamakan cash flow yaitu keluar masuknya dana di toko Anda selama Anda mengoperasikan usaha itu.

cash flow akan benar-benar terjadi bila toko Anda aktif jika toko Anda hanya sekali-kali buka, maka cash flow di toko Anda tidak sehat lagi. Bisa jadi, ada uang masuk tapi tidak keluar lagi, atau tidak ada uang masuk atau tidak ada uang keluar sama sekali. Maka usaha Anda tidak memiliki cash flow karena dalam posisi tidak aktif atau berhenti. Seorang us tomersaya yang memiliki toko di suatu lokasi pasar yang ramai, sepanjang tahun ideal pernah menutup tokonya. Sebanyak 365 ha dalam setahun itu dilalui terus tanpa berhenti kecuali hari besar dan hari Idul Fitri. Uang yang masuk dan keluar dari tokonya terus berlangsung, Menurutnya, semakin cepat semakin baik. Apabila penjualan hari itu meningkat, secepatnya membeli barang sejumlah yang dia dapat dari penjualan itu. Uang yang diterima dari pembeli dan yang dikeluarkan untuk para pemasok secepatnya saja dikeluarkan. Apabila ada seorang konsumen menawar barang yang dijual, jika memperoleh untung meskipun tipis, customer saya melepasnya. Begitu seterusnya, tanpa menunggu lama-lama barang itu dibeli oleh konsumen lain. Berhentinya barang yang disebabkan tidak laku akan mempengarui kecepatan cash flow. Menurut Mas Rochim. uang yang dimilikinya macet karena barang yang dijualnya tidak segera laku. Itulah yang dimaksud cash flow di seputar toko Anda.

Dengan demikian, Anda dapat menyiasati agar cash flow Anda berjalan dengan baik yaitu dengan menjual secepat mungkin dan membeli dengan cara memilih barang-barang yang laku keras di pasaran. Untung yang diperoleh sedikit untuk barang-barang yang laku keras di pasaran dalam volume banyak, akan menguntungkan sekali bagi usaha Anda. Belilah secara tunai dengan potongan tinggi pada toko agen, salesman, dan sumber-sumber lain untuk mendapatkan barang-barang yang laku keras. Begitu seterusnya, jangan sampai membeli barang-barang “tidak laku” dengan uang tunai, karena hal itu dapat mengganggu cash flow Anda Belilah barang-barang kurang laku secara kredit atau cara titipan. Bisa mengatur dan memilih barang-barang yang laku dan barang yang tidaklaku, akan menjadi keunggulan Anda sebagai pemilik toko. Cash flow yang ada di toko Anda tergantung pada cara Anda dalam mengendalikan pembelian terhadap barang-barang yang akan dijual. Belilah barang-barang hanya untuk keperluan toko dan jangan membeli barang-barang yang bukan untuk keperluan toko. Jika Anda terpaksa menggunakan uang toko untuk membeli sesuatu, sebaiknya Anda secepatnya mengembalikan.Jika Andamenggunakan uang toko untuk keperluan membayar berbagai rekening, hitunglah jumlah uang yang telah Anda gunakan tersebut sebagai cash expenses.